Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

BAB 1: Pagi yang Terlalu Jujur

Pagi itu sebenernya pagi biasa. Alarm bunyi. Dimatiin. Bunyi lagi. Dimatiin lagi. Bedanya, di sebuah rumah, ada yang bilang: “Aku nggak telat. Aku cuma nggak niat.” Kalimat itu keluar begitu aja, nyelonong di meja makan. Biasanya kalimat itu disimpen di kepala. Hari ini? Keluar. Istrinya ngelirik. Anaknya berhenti makan sebentar. “Kenapa?” “Capek aja. Kerjaannya gitu-gitu doang.” Nggak ada drama. Cuma suasana aneh, kayak lupa pakai baju dalem pas keluar rumah—nggak kelihatan, tapi nggak nyaman. Di rumah lain, seorang ibu bilang ke anaknya, “Kerjain PR-nya ya. Bukan karena penting, tapi biar gurumu nggak cerewet.” Anaknya manggut-manggut. Masuk akal. Di kosan, ada yang bales chat, “Maaf baru jawab. Aku lihat pesannya tadi malam dan mutusin tidur.” Pesan itu dibaca. Lawan bicaranya ngetik… lalu hapus… lalu diem. Di jalan, macet masih macet. Bedanya, orang-orang nggak lagi cari alasan. “Aku nyalip karena emosi.” “Aku klakson karena kesel.” “Aku potong jalur karen...

Based on True Lies

Hari Kejujuran Nasional** Negara ini sebenarnya tidak bermasalah. Ia hanya terlalu sibuk . Terlalu sibuk rapat, terlalu sibuk menyusun rencana, terlalu sibuk menjelaskan hal-hal yang tidak perlu dijelaskan. Setiap hari dipenuhi kalimat panjang, diagram berwarna, dan janji yang diakhiri dengan kata “segera” —yang artinya fleksibel. Karena itu, ketika pemerintah mengumumkan Hari Kejujuran Nasional , tidak ada yang langsung panik. Awalnya terdengar seperti ide bagus. Bahkan sangat bagus. Terlalu bagus. Dalam pengumuman resminya—yang dibacakan dengan nada datar dan latar belakang logo yang sedikit buram—disebutkan bahwa Hari Kejujuran Nasional adalah “sebuah momentum reflektif untuk meningkatkan transparansi, keterbukaan, dan komunikasi yang lebih apa adanya antara negara dan warganya.” Tidak ada yang benar-benar mengerti maksudnya. Tapi semua bertepuk tangan. Baru setelah catatan kaki dibaca, masalahnya muncul. Catatan kaki itu pendek, tapi mematikan: Selama Hari Kejujuran Nas...